Tampilkan postingan dengan label mother. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mother. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Sebilah Harapan


setelah lama ga posting, akhirnya saya posting lagi.. maafkan atas kelalaian saya yang telah menelantarkan blog ini.. *bersihin blog dari sarang laba-laba*

selama setahun ini banyak hal yang terjadi.. yang menjadi sorotan dan terus dibicarakan hingga kini adalah keputusan MK tentang status anak luar nikah.. apa kalian udah denger tentang itu? berikut putusan tersebut.. :

pasal 43 ayat (1) UU No 1/1974 tentang Perkawinan diubah dan menjadi “anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya”.

saya secara pribadi  menyebut itu adalah 'Sebilah Harapan'. you know why? karena di negara ini ada begitu banyak anak yang lahir karena hubungan di luar nikah dan ditinggalkan oleh ayahnya yang tidak bertanggung jawab. saya tidak tau jumlah pastinya, tapi saya tau jumllahnya banyak, dan semakin banyak pada beberapa tahun belakangan ini.

jadi haruskah saya menyalahkan kaum saya untuk tetap mempertahankan anaknya dari hubungan tersebut? haruskah saya menyalahkan kaum saya untuk berjuang mempertahankan nyawa saat melahirkan buah cintanya dari hubungan tersebut? JANGAN HARAP!

buat saya seorang ibu adalah tetap seorang ibu yang patut dihormati. tidak ada ibu yang pantas disebut pelacur karena melahirkan anak luar nikah! dan terlebih, tidak ada anak yang pantas disebut anak haram karena lahir dari hubungan diluar nikah! 

saya selalu benci pada mereka yang menyebut seorang perempuan 'pelacur' atau 'murahan' hanya karena dia mempertahankan buah cintanya, meski dari hubungan luar nikah sekalipun. dan saya lebih benci lagi pada mereka yang menyebut anak-anak tak berdosa itu sebagai 'anak haram'. siapa kita hingga bisa menyebut mahluk ciptaan Allah sebagai anak haram? sudahkah kita sempurna? sudahkah kita tau dari mana kita berasal? apakah yakin kita lebih baik dan lebih terhormat dibanding mereka semua? pikir lagi matang-matang!

kembali ke topik awal tentang keputusan MK tadi.. 
seperti yang saya bilang, keputusan tersebut seolah-olah menjadi sebuah harapan baru bahwa tidak akan ada lagi anak-anak yang disia-siakan oleh ayah biologis mereka, seberapapun berengseknya laki-laki tidak bertanggung jawab itu. karena negara memaksa mereka (laki-laki yang menjadi ayah biologis seorang anak) untuk mempertanggungjawabkan perlakuan mereka di masa lalu. maka sekarang tugas perempuan adalah menemukan bukti-bukti mengenai hubungan ayah-anak tersebut. bukti ini sejauh yang saya perhatikan adalah bukti hasil test DNA, karena dengan adanya test DNA tidak ada lagi orang yang bisa berkelit dari apa yang dikatakan oleh hasil test tersebut. bahkan bila perempuan itu tidak mempunyai cukup biaya untuk melakukan test secara mandiri, namun mempunyai saksi-saksi atau bukti-bukti lainnya, tinggal ajukan ke pengadilan maka proses pengadilan yang akan membuat test DNA tersebut.

saya tau, praktik dilapangan tidak akan semudah itu. namun ini adalah jalan untuk memperjuangkan nasib anak-anak yang diterlantarkan oleh ayah biologis mereka, karena kurangnya tanggung jawab laki-laki yg menghamili perempuan-perempuan mereka. 

mengapa sekali lagi saya menyebut keputusan MK mengenai anak diluar nikah adalah Sebilah Harapan, karena mungkin inilah satu-satunya keputusan yang akhirnya mempermudah perjalanan hidup seorang perempuan untuk memperjuangkan nasib anak-anak mereka.

Kamis, 28 April 2011

Ibu Bunda Mama Mother Mommy (what ever u called her)

Sore tadi saya nonton filmnya Jennifer Love Hewitt. Film yang menurut saya agak berbeda dari film-filmnya yang lain. Judulnya The Client List dan dia berperan sebagai Samantha Horton, seorang istri dan ibu dari 3 orang anak. Saya ceritain sedikit ya..
Jadi si Sam ini awalnya punya kehidupan yang baik, dia mantan miss texas (ajang kecantikan), punya ibu yang sangat memperhatikan penampilan dan bekerja di salon, punya suami dan anak-anak yang hebat. Masalah timbul saat suaminya kecelakaan di proyek pekerjaannya dan cidera lutut, sehingga dia harus operasi dan melakukan serangkaian pengobatan. Sedangkan mereka harus membayar biaya hipotek rumah mereka. Keadaan ini memaksa Sam untuk mencari pekerjaan. Karena dia punya ijasah therapist maka jadilah dia melamar kesalah satu spa sebagai tenaga pemijat. Tapi ternyata spa itu adalah tempat ' pijat plus-plus'. Awalnya Sam sempet shock dan ga mau kerja disitu. Tapi karena ada begitu banyak kebutuhan keluarga yang harus dibayar maka terpaksa dia kerja ditempat itu. Singkat cerita, Sam akhirnya jadi 'icon' di tempat itu kliennya banyak, uang berdatangan, tapi disisi lain kehidupannya mulai berantakan, dia terlalu kelelahan dengan pekerjaannya, jarang punya waktu buat anak-anaknya, dan bahkan suaminya belum tau tentang semua itu. Sampe pada suatu saat tempat kerja Sam dibredel sama polisi. Sam akhirnya ketawan jadi pekerja sex dan bahkan kejadian pembredelan itu diberitakan sama media-media. Rumah tangganya hancur, suaminya ngebawa anak-anak mereka untuk pergi dari rumah dan tinggal dengan mertua Sam, ditambah lagi dia juga masuk penjara. Singkat cerita lagi ya (panjang soalnya), setahun setelah dia keluar dari penjara kehidupan mulai kembali normal, dia kerja jadi pelayan di cafe punya temennya, tapi suami dan anak-anaknya belum kembali. Sampe suatu hari, pas Sam ulang tahun anak-anak dan suaminya balik. Suaminya juga akhirnya bisa maafin dia.

wheew, what a long story. mungkin ceritanya agak ga jelas, coba dicari aja filmnya ya. :) 

Satu hal yang jadi perhatian besar saya dari film ini adalah hubungan antara Sam dan suaminya. Meski pun malu dan marah tapi suaminya bener-bener ga melakukan hal buruk ke Sam. Dia juga tetap manjaga supaya anak-anaknya ga tau soal keadaan ibu mereka yang sebenernya. Dan pada akhirnya dia memaafkan Sam.

Saya ga yakin masih ada laki-laki sebaik itu di dunia ini, bisa maafin istrinya yang jelas-jelas menjual diri. Tapi namanya juga film. Yang ga mungkin bisa jadi mungkin.

Tapi dari film ini kita bisa belajar sesuatu. Bahwa seburuk apa pun seorang ibu, dia tetap lah seorang ibu yang patut dihormati, dihargai dan dicintai. Seburuk apa pun dia tetep aja dia sudah berjasa besar melahirkan kita, melahirkan kalian dan anak-anak kalian (kalian = laki-laki), mengandung, menyusui dan merawat.
Jadi sanggat ga pantas seorang ibu dijelek-jelekan. Apa lagi didepan anak-anaknya.
Inget ya, kita mungkin bisa aja menjelek-jelekan ibu orang lain, tapi jika ibu kita yang dijelek-jelekan apa kita bisa terima? Ga pantas seseorang menjelek-jelekan perempuan yang juga seorang ibu. Ga pantas seorang anak menjelek-jelekan ibunya atau ibu orang  lain. Dan yang lebih ga pantas lagi jika seorang laki-laki menjelek-jelekan ibu dari anak(-anak)nya.

Karena seburuk apa pun seorang ibu, bahkan jika dia seorang pelacur sekali pun, kita tetap berhutang nyawa pada mereka. Ya kita berhutang nyawa pada mereka yang kita panggil Ibu, Bunda, Mama, Mother, Mommy atau apa pun panggilan mereka.

Karena orang yang paling pantas dicintai dan dihormati diseluruh dunia ini adalah ibu. Maka bersyukurlah bagi kalian yang memilikinya, pernah memilikinya, masih memilikinya. Dan beruntunglah bagi kalian para ibu.